Repository Universitas Andalas

TANGGUNG JAWAB DIREKSI PERSEROAN TERBATAS ATAS PELAPORAN SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) PAJAK TAHUNAN (Studi pada PT. Bakrie Pasaman Plantations)

Novandri, Nike (2008) TANGGUNG JAWAB DIREKSI PERSEROAN TERBATAS ATAS PELAPORAN SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) PAJAK TAHUNAN (Studi pada PT. Bakrie Pasaman Plantations). Other thesis, Fakultas Hukum.

[img]
Preview
PDF (TANGGUNG JAWAB DIREKSI PERSEROAN TERBATAS ATAS PELAPORAN SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) PAJAK TAHUNAN (Studi pada PT. Bakrie Pasaman Plantations)) - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (413Kb) | Preview

Abstract

Perseroan Terbatas (PT) sebagai suatu artificial person tentunya tidak dapat melakukan tindakannya sendiri secara langsung. Oleh karena itu diperlukannya organ perseroan. Organ perseroan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Komisaris dan Direksi. Direksi merupakan organ yang bertugas melaksanakan pengurusan terhadap kegiatan perseroan. Salah satunya memenuhi kewajiban perpajakan perseroaan sebagai subjek pajak wajib melaporkan jumlah pajak terhutang setiap akhir tahun pajak. Ketentuan ini berdasarkan prinsip Self assesment sistem yang dipakai Indonesia. Pelaporan pajak dilakukan pada tempat- tempat yang telah ditentukan oleh Direktorat Jendral Pajak dengan menggunakan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak tahunan. SPT pajak tahunan merupakan landasan besarnya jumlah pajak penghasilan yang dibayarkan oleh wajib pajak kepada pemerintah, sehingga pengisian SPT tersebut harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Wajib pajak berupa Perseroan Terbatas (PT) yang umumnya berorientasikan Provit oriented, cenderung melihat pajak sebagai beban yang mengurangi penghasilan, sehingga sering kali ditemui perusahaan yang melaporkan SPT pajak tahunan secara tidak jujur, maka direksi sebagai pengurus perseroan bertanggung jawab atas pelaporan SPT tersebut. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah mengenai proses pelaporan SPT pajak tahunan oleh PT. Bakrie Pasaman Plantations (PT. BPP), Tanggung jawab direksi atas pelaporan SPT pajak tahunan, dan kendala-kendala dalam pelaporan SPT pajak tahunan pada PT BPP. Metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian adalah metode yuridis sosiologis dengan lokasi penelitian PT. Bakrie Pasaman Plantations. Teknik yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumen, kemudian data-data yang terkumpul diedit sesuai dengan kebutuhan penelitian. Pengisian SPT berdasarkan kepada laporan keuangan perusahaan, namun karena adanya perbedaan prinsip mengenai pengakuan penghasilan dan biaya antara sistem akuntansi dan ketentuan perpajakan, maka untuk menyesuaikannya dilakukan koreksi fisikal. Laporan keuangan yang telah dikoreksi fisikal dijadikan acuan dalam pengisian SPT. Dalam pengisian SPT direksi harus beritikhad baik, yaitu harus jujur mengisinya sesuai dengan kondisi perusahaan, jika direksi tidak jujur maka direksi bertanggung jawab secara pribadi atas perbuatannya tersebut, kecuali apabila direksi dapat membuktikan bahwa tindakannya tersebut telah mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Pada pelaporan SPT sering kali perusahaan mengajukan permohonan penundaan pelaporan dikarenakan proses editing terhadap laporan keuangan yang memakan waktu yang lama, dikarenakan luasnya kegiatan usaha dan adanya kesalahan dalam kegiatan pembukuan dan koreksi fisikal.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Unit atau Lembaga: Fakultas Hukum > Hukum
Depositing User: Haryoshi Utami
Date Deposited: 05 Apr 2011 01:53
Last Modified: 06 Oct 2011 04:12
URI: http://repository.unand.ac.id/id/eprint/10109

Actions (login required)

View Item View Item