Repository Universitas Andalas

Kearifan Lokal Sistem Bangunan Rumah Tradisional Minangkabau Terhadap Reduksi Bahaya Gempa

Syukri, Andi (2008) Kearifan Lokal Sistem Bangunan Rumah Tradisional Minangkabau Terhadap Reduksi Bahaya Gempa. Other thesis, Fakultas Teknik.

[img]
Preview
PDF (Kearifan Lokal Sistem Bangunan Rumah Tradisional Minangkabau Terhadap Reduksi Bahaya Gempa) - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (908Kb) | Preview

Abstract

Kearifan lokal merupakan hasil karya penduduk suatu daerah untuk kehidupan dalam menanggulangi kejadian alam dan perubahannya yang menghasilkan budaya dan teknologi pada suatu masyarakat setempat. Bahaya bencana adalah fungsi bahaya dan kerentanan (Vulneralbility). Bahaya merupakan kejadian alam yang bersifat geologi, hidrologi dan meteorologi. Kerentanan adalah sesuatu yang disebabkan aktivitas manusia yang bergantung terhadap kualitas membangun lingkungan. Rumah tradisional Minangkabau mendeskripsikan karakteristik terhadap ketahanan terhadap bencana alam pada lingkungannya. Hal ini menunjukan bahwa pengetahuan lokal sejalan dengan desain dan konstruksi rumah tradisional yang mampu menyepadani teori kontemporer ketahanan gempa pada suatu non-engineered building. Hal ini dilakukan untuk menyikapi kesadaran masyarakat lokal akan kemampuan lokal untuk suatu rancangan tempat tinggal yang senantiasa telah ada sejak dulu dalam menghadapi bencana terutama untuk bahaya gempa. Penelitian mengkaji studi kasus pengetahuan lokal masyarakat Minangkabau dalam mengurangi dampak dari bahaya gempa pada rumah tinggal. Menjelaskan hubungan pengetahuan lokal rumah tradisional Minangkabau dengan aplikasi modern yang mendiskusikan tentang tantangan reduksi bahaya gempa. Melakukan studi empiris rumah tradisional Minangkabau dalam mereduksi bahaya gempa secara material, struktur dan metoda konstruksi dan dilakukan tinjauan komparatif terhadap rumah beton sederhana dan rumah kayu sederhana. Penelitian ini dilakukan dibeberapa wilayah di Sumatera Barat yaitu Payakumbuh, Koto Gadang, dan Solok. Berdasarkan hasil analisa struktur, rumah gadang merupakan representatif rumah tinggal yang tahan gempa yang memiliki karakteristik base isolasion, sambungan semi kaku menyebabkan rumah ini memiliki daya reduksi terhadap efek gempa. Namun, secara material rumah gadang memiliki ketidaklinier dengan kebutuhan sehingga membutuhkan inovasi material pengganti untuk Rumah Gadang. Secara metoda konstruksi, Rumah Gadang telah memiliki tata cara pelaksanaan konstruksi yang telah baik yang sesuai dengan kaedah metoda konstruksi saat ini.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Unit atau Lembaga: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: masanori sari ariningsih
Date Deposited: 28 Apr 2011 03:33
Last Modified: 11 Oct 2011 04:44
URI: http://repository.unand.ac.id/id/eprint/12293

Actions (login required)

View Item View Item