Repository Universitas Andalas

HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI ANTIOKSIDAN DENGAN SINDROMA METABOLIK PADA MASYARAKAT DEWASA DI KOTA PADANG

Susmiati, Susmiati (2008) HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI ANTIOKSIDAN DENGAN SINDROMA METABOLIK PADA MASYARAKAT DEWASA DI KOTA PADANG. Masters thesis, Paca Sarjana.

[img]
Preview
PDF (HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI ANTIOKSIDAN DENGAN SINDROMA METABOLIK PADA MASYARAKAT DEWASA DI KOTA PADANG) - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (645Kb) | Preview

Abstract

Sindroma metabolik adalah sekelompok kelainan metabolik baik lipid maupun non lipid yang merupakan faktor resiko penyakit jantung koroner yang terdiri dari obesitas sentral, dislipedemia anteroganik (kadar trigeliserida meningkat dan kadar kolesterol high density lipoprotein ([IDL) rendah), tekanan darah meningkat dan resistensi insulin (dengan atau tanpa intoleransi glukosa). Nutrisi merupakan faktor penting terhadap perkembarrgan sindroma meta.bolik. Peningkatan glukosa dan asam lemal bebas intraseluler akan menimbulkan disfungsi endotel pada selendotel, resistensi insulin pada sel otot dan gangguan sekresi insulic yang t-e-rjadi pada sel beta pankear melalui stres oksidatif. Sedangkan konsumsi antioksidan dari makanan dapat mengimbangi radikal bebas akibat stress oksidatif. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran tingkat konsumsi antioksidan dan hubungannya dengan sindroma metabolik. Penelitian yang dilakukan pada masyarakat Kota Padang dengan dissain Cross Sectional dari bulan April sampai November 2008. Pengambilan sampel dilakukan multistage random sampling dengan jumlah sampel 210 orang. Pengumpulan data karekteristik dan konsumsi dengan wawancara menggunakan Food Frequensy Quisioner (FFQ), Penentuan kadar flavanoid dilakukan dengan pemeriksaan DPPH, lingkar pinggang dengan cara yang direkomendasikan WHO tahun 1995, propil lipid dan glukosa plasma dengan pengukuran biokimia dan tekanan darah dengan pengukuran tekanan darah sistolik-diastolik menggunakan spygmomanometer. Kriteria sindroma metabolik ditegakkan sesuai kriteria NCEP-ATP III.. Pengolahan dan analisa data menggunakan program SPSS versi 12 dan modifikasi Nutri Survey Indonesia Hasil penelitian menemukan 31% menderita sindroma metabolik, Sebagian besar responden memiliki kadar rigliserida normal (82,4%), kadar HDL kolesterol normal 79o/o, Kadar gula darah puasa normal 89,5oA , tekanan darah sistolik normal 60,5aA dan tekanan darah diastolik normal 79% . Sedangkan sebagian besar lingkar pinggang tidak normal/t.inggi ( 76.2%) . Rata-rata asupan antioksidan yaitu beta carotene 15.65 + 11.48 mg/hari,vit c 66.97 l- 35.41 mg/hari, vit E 19.40,r 32.69 mg/hari dan flavanoid 104.12 + 50,60 mg/hari. Berdasarkan AKG konsumsi vitaruin C, vitamin E dan flavanoid masih dalam batas normal sedangkan rata-rata konsumsi betacaroten tiga kali lebih tinggi melebihi angka kecukupan gizi . Tidak ada pengaruh asupan vitamin E, asupan vitamin C, asupan betacaroten , asupan flavanoid dan asupan total antioksidan terhadap sindroma metabolik P >0.05.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry
Unit atau Lembaga: UNSPECIFIED
Depositing User: KREATIF zulka hendri
Date Deposited: 24 Jun 2011 23:48
Last Modified: 11 Oct 2011 03:51
URI: http://repository.unand.ac.id/id/eprint/14991

Actions (login required)

View Item View Item