Repository Universitas Andalas

GERAKAN PEREMPUAN DAN KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN NAGARI DI ERA KEMBALI KE NAGARI (Studi Kasus Kecamatan Kamang Magek)

Meiyenti , Sri and Syahrizal, Syahrizal (2010) GERAKAN PEREMPUAN DAN KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN NAGARI DI ERA KEMBALI KE NAGARI (Studi Kasus Kecamatan Kamang Magek). Working Paper. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK. (Unpublished)

[img] Microsoft Word (GERAKAN PEREMPUAN DAN KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN NAGARI DI ERA KEMBALI KE NAGARI (Studi Kasus Kecamatan Kamang Magek)) - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (31Kb)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang gerakan dan partisipasi perempuan dalam pembangunan nagari. Kajian ini bertolak dari adanya gerakan kembali ke nagari yang merupakan kehendak sebagian besar masyarakat Sumatera Barat untuk kembali ke sistem pemerintahan tradisional Minangkabau. Penelitian ini mengkaji lebih jauh: (a) Bagaimana pandangan clan respon perempuan terhadap gerakan kembali ke nagari; (b) Sejauh mana partisipasi yang mereka harapkan dan wujudkan da1am pembangunan nagari serta gerakan-gerakan apa saja yang mereka lakukan untuk mewujudkan partisipasi mereka itu; (c) Bagaimana program pemberdayaan perempuan yang telah dilakukan oleh masyarakat dan pemerintahan nagari; (d) Bagaimana pola pemberdayaan perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan nagari. Secara metodologis penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan teknik yang diapakai untuk menjaring data adalah observasi partisipasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Secara umum perempuan merespon dengan baik gerakan kembali ke nagari, perempuan berpendapat dengan kembali ke nagari partisipasi masyarakat semakin tinggi dalam mebangun nagari secara sosial dan ekonomi. Mereka mengatakan waktu nagari terpecah dulu rasa kebersamaan masyarakat dalam satu nagari menjadi berkurang. Tidak adanya kebersamaan itu pembangunan nagan secara menyeluruh di wilayah nagari tidak terlaksana. Perempuan menganggap dengan kembali ke nagari berarti membangun bersama-sama di wilayah yang lebih menyatu secara adat akan lebih baik. Kaum perempuan Kamang Magek menganggap gerakan kembali ke nagari membawa angin segar untuk keterlibatan perempuan di nagari. Melalui lembaga Bundo Kanduang perempuan bisa berkiprah meningkatkan peran mereka dalam pembangunan masyarakat nagari. Salah satu peran yang menonjol dari lembaga Bundo Kanduang adalah menjadi pengawas atas perilaku anak-anak dan remaja dan juga menjaga dan mengkritisi adat istiadat nagari berkaitan dengan pelaksanaan upacara atau pesta. Hasil penelitian menunjukan peran dan posisi perempuan dalam kelembagaan di nagari sebenarnya menurut aturan tidak mendudukkan perempuan di bawah laki-laki. Keberadaan lembaga Bundo Kanduang juga bukan mereduksi peran perempuan dalam nagari. Keberadaan Bundo Kanduang adalah partner dari KAN lembaga kepala sub klen yang semua anggotanya adalah laki-laki. Tetapi dalam prakteknya memang posisi-posisi yang bisa diduduki perempuan dalam kelembagaan di nagari masih sedikit dimanfaatkan perempuan. Peran dan posisi perempuan dalam kelembagaan di nagari direduksi oleh laki-laki dan perempuan sendiri ke peran yang bersifat domestik. Bundo kanduang fungsinya lebih diarahkan ke mengurus adat pesta dan mengawasi perilaku remaja perempuan.

Item Type: Monograph (Working Paper)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Unit atau Lembaga: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Depositing User: SSi Resta Yanda
Date Deposited: 02 Jun 2010 02:35
Last Modified: 26 Sep 2011 08:30
URI: http://repository.unand.ac.id/id/eprint/1564

Actions (login required)

View Item View Item