Repository Universitas Andalas

Analisis Kebutuhan Pembiayaan Pendidikan Dasar Pasca Tsunami Di Kota Banda Aceh

F I R M A N , F I R M A N (2010) Analisis Kebutuhan Pembiayaan Pendidikan Dasar Pasca Tsunami Di Kota Banda Aceh. Working Paper. UNSPECIFIED. (Unpublished)

[img] Microsoft Word (Analisis Kebutuhan Pembiayaan Pendidikan Dasar Pasca Tsunami Di Kota Banda Aceh) - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (115Kb)

Abstract

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (1) menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, dan ayat (2) menyatakan bahwa setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Program wajib belajar di Kota Banda Aceh mengalami gangguan yang cukup serius akibat adanya gempa dan gelombang tsunami. Kota banda Aceh mengalami kerugian yang cukup besar, yaitu dengan hancurnya gedung sekolah, banyaknya guru dan murid yang meninggal. Untuk itu diperlukan perencanaan yang matang di bidang pendidikan, dan hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk membangun kembali dan meningkatkan pendidikan dasar di Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan merencanakan jumlah sekolah dan guru untuk pendidikan dasar yang dibutuhkan, sesuai dengan jumlah murid yang ada, serta memperkirakan kebutuhan biaya pembangunan gedung sekolah untuk peserta didik yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang masih sekolah, yang tidak sekolah, dan yang tidak/belum pernah sekolah umur 7-15 tahun terdiri dari anak laki-laki. Sedangkan mengenai jumlah gedung sekolah, untuk gedung sekolah SD tidak perlu lagi penambahan fasilitas gedung sekolah, sedangkan untuk tingkat SMP masih kekurangan 13 gedung sekolah lagi. Jika digunakan standar harga bangunan yang ditetapkan pemerintah daerah maka diperkirakan kebutuhan biaya untuk membangun gedung sekolah SMP sebanyak 13 unit sebesar Rp. 1.951.040.000. Di dalam Peraturan Presiden Nomor 30 Tahun 2005 dinyatakan bahwa pembangunan gedung sekolah diutamakan di daerah yang berpenduduk. Jika dilihat dari Analis Indeks Sentralistik, maka yang harus diutamakan pembangunan gedung sekolah yaitu di Kecamatan Kuta Alam dan Kecamatan Baiturrahman karena di kecamatan tersebut yang paling banyak penduduk usia sekolahnya. Penggunaan dana pendidikan difokuskan untuk melaksanakan program-program rehabilitasi dan rekonstruksi sarana dan prasarana pendidikan dan pengembangan sunber daya pendidikan, termasuk pendidikan dasar sembilan tahun. Program pendidikan dasar sembilan tahun ini memiliki sasaran terlaksananya pelayanan pendidikan dasar dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan, dan kembalinya peserta didik pendidikan dasar dalam sistem pendidikan. Keywords: Pendidikan Dasar dan Kebutuhan Pembiayaan

Item Type: Monograph (Working Paper)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Unit atau Lembaga: Fakultas Ekonomi > Ilmu Ekonomi
Depositing User: SSi diana zulyetti
Date Deposited: 02 Jun 2010 04:36
Last Modified: 07 Mar 2011 09:15
URI: http://repository.unand.ac.id/id/eprint/1667

Actions (login required)

View Item View Item