Repository Universitas Andalas

PERMINTAAN: KAJIAN PRAGMATIK TENTANG TINDAK TUTUR DALAM BAHASA MINANGKABAU

REVITA, IKE (2014) PERMINTAAN: KAJIAN PRAGMATIK TENTANG TINDAK TUTUR DALAM BAHASA MINANGKABAU. Working Paper. Fakultas Sastra. (Unpublished)

[img] PDF (PERMINTAAN: KAJIAN PRAGMATIK TENTANG TINDAK TUTUR DALAM BAHASA MINANGKABAU) - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (11Kb)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memerikan bentuk-bentuk tindak tutur permintaan dalam bahasa Minangkabau, faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan bentuk permintaan, dan maksud yang terkandung dalam tuturan permintaan tersebut. Dalam kerangka pencapaian tujuan, penelitian dilakukan berdasarkan tiga tahapan . Tahap pertama, adalah tahap penyediaan data, digunakan metode introspeksi, metode simak, dan metode cakap dengan teknik simak libat cakap (SLC) dan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) serta teknik rekam, teknik catat, dan teknik interview yang bersifat observer’s paradox. Tahap kedua adalah tahap analisis data, dengan memanfaatkan analisis kontekstual, yaitu menganalisis data dengan menghubungkannya pada konteks yang ada. Tahap ketiga adalah tahap penyajian hasil analisis, dengan memakai metode formal dan informal--melalui tanda-tanda, lambang-lambang, dan rumusan kata-kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan dalam bahasa Minangkabau dapat direalisasikan dengan menggunakan kalimat deklaratif, interogatif, imperatif, dan eksklamatif. Kalimat-kalimat ini disusun oleh unsur-unsur wajib penyusun kalimat, seperti subjek dan predikat. Subjek atau predikat ini dapat hadir secara bersamaan sehingga membentuk kalimat lengkap atau hanya salah satu dari mereka yang hadir sehingga kalimat yang muncul adalah kalimat tidak lengkap. Dilihat dari posisi subjek dan predikat, tindak tutur permintaan dalam bahasa Minangkabau juga dapat dilakukan dengan memakai kalimat inversi, predikat mendahului subjek, atau kalimat biasa. Berdasarkan tipe tindak tutur yang digunakan, masyarakat Minangkabau melakukan permintaan dengan delapan cara, yaitu (1) langsung, (2) tidak langsung, (3) literal, (4) tidak literal, (5) langsung literal, (6) langsung tidak literal, (7) tidak langsung literal, dan (8) tidak langsung tidak literal. Dari kedelapan tipe itu terdapat kecenderungan masyarakat Minangkabau untuk lebih memakai tipe (7), yaitu tidak langsung literal. Walapun demikian, pemilihan tipe tuturan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu (1) peserta tutur, (2) situasi tutur, (3) pokok tutur, dan (4) norma tutur. Di antara keempat faktor tersebut poin pertama, peserta tutur, menjadi pertimbangan utama dalam memilih bentuk dan tipe permintaan yang disampaikan. Permintaan dalam bahasa Minangkabau tidak semata-mata hanya berfungsi untuk meminta, tetapi di dalamnya juga terkandung fungsi (1) meminta itu sendiri, (2) mengemis, (3) mengundang, (4) berdoa, (5) mendidik, (6) menyindir, dan (7) melamar.

Item Type: Monograph (Working Paper)
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Unit atau Lembaga: Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Minangkabau
Depositing User: SSi Renny Pebrica
Date Deposited: 04 Jun 2010 01:52
Last Modified: 13 Aug 2015 01:57
URI: http://repository.unand.ac.id/id/eprint/2177

Actions (login required)

View Item View Item