Repository Universitas Andalas

PELAKSANAAN PENYITAAN ATAS BARANG TIDAK BERGERAK DI PENGADILAN NEGERI KELAS II B KABUPATEN SOLOK

Dwita, Siska (2008) PELAKSANAAN PENYITAAN ATAS BARANG TIDAK BERGERAK DI PENGADILAN NEGERI KELAS II B KABUPATEN SOLOK. Other thesis, Fakultas Hukum.

[img]
Preview
PDF (PELAKSANAAN PENYITAAN ATAS BARANG TIDAK BERGERAK DI PENGADILAN NEGERI KELAS II B KABUPATEN SOLOK) - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (488Kb) | Preview

Abstract

Suatu putusan pengadilan dimana penggugat telah dimenangkan, kemudian karena tidak diminutir dan tidak dilaksanakan, bagi penggugat menjadi tidak berarti sama sekali. Demikian pula suatu putusan dimana pihak penggugat dimenangkan, tetapi sewaktu akan diadakan pelaksanaan atas putusan tersebut ternyata barang yang dipersengketakan tidak berada ditangan pihak yang dikalahkan. Penyitaan merupakan tindakan pendahuluan atau persiapan untuk dapat menjamin dilaksanakannya putusan perdata sehingga gugatan tidak hampa (ilusoir), untuk menghindari dan mencegah kemungkinan adanya itikad buruk dari tergugat berupa menghilangkan atan mengalihkan barang yang sedang dipersengketakan atau menggelapkan harta benda selama proses pemeriksaan sedang berjalan atau selama putusan tersebut belum dijalankan. Adapun permasalahan yang dikemukakan disini adalah (1) Bagaimanakah pelaksanaan penyitaan atas barang tidak bergerak di Pengadilan Negeri Kelas II B Kabupaten Solok, (2) Apa saja hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan penyitaan atas beuang tidak bergerak di Pengadilan Negeri Kelas II B Kabupaten Solok {an bagaimana penyelesaiannya. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pelaksanaan penyitaan barang tidak bergerak di Pengadilan Negeri Kelas II B Kabupaten Solok. (2) Untuk mengetahui apa saja hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan penyitaan atas barang tidak bergerak di Pengadilan Negeri Kelas II B Kabupaten Solok dan bagaimana cara penyelesaiannya. Dalam penelitian ini penuiis menggunakan metode yuridis sosiologis, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer i'aitu data yang penulis peroleh langsung dilapangan, sedangkan data sekundernya 1'aitu melakukan studi kepustakaan yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpul data yaitu studi dokumen dan wawancara. Dari data primer dan sekunder kemudian dilakukan anlisis data dengan metode kualitatif. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa ; (l) Pelaksanaan penyitaan atas barang tidak bergerak di Pengadilan Negeri Kelas II R Kabupaten Solok adalah diawali dengan suatu permohonan yang dimohonkan penggurgat, bersamaan dengan surat gugatan. Apabila Mejelis hakim atau hakim mengabulkan permohonan maka majelis hakim mengeluarkan surat penetapan sita jaminan. Seandainya hakim beranggapan bahwa penyitaan tidak perlu dilakukan maka permohonan ditolak. penyitaan dilakukan oleh Panitera Pengadilan Negeri, dihadiri oleh dua orang saksi yaitu pegawai Pengadilan Negeri dan Wali Nagari. Kemudian juru sita membuat berita acara pelaksanaan sita jaminan dan memberitahukan Badan pertanahan Nasional, pelaksanaan keputusan hakim yang meyatakan penyitaan sah dan berharga dapat dilihat dalam amar putusan hakim, dimana Hakim atau ketua Majelis Hakim yang menyidangkan perkara tersebut akan menghukum tergugat untuk menyerahkan barang sengketa kepada penggugat; (2) Hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan penyitaan adalah sebagian besar masyarakat

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Unit atau Lembaga: Fakultas Hukum > Hukum
Depositing User: KREATIF zulka hendri
Date Deposited: 28 Mar 2011 08:36
Last Modified: 04 Oct 2011 02:49
URI: http://repository.unand.ac.id/id/eprint/9534

Actions (login required)

View Item View Item