Repository Universitas Andalas

Efek Tulang Rawan Ikan Hiu Terhadap Kerusakan Oksidatif Sel Hepar Tikus Putih (Rattus Novegicus) Akibat Keracunan Aflatoksin B1

Yanwirasti, Yanwirasti and Revilla, Gusti (2010) Efek Tulang Rawan Ikan Hiu Terhadap Kerusakan Oksidatif Sel Hepar Tikus Putih (Rattus Novegicus) Akibat Keracunan Aflatoksin B1. Project Report. Lembaga Penelitian Universitas Andalas. (Unpublished)

[img] PDF (Efek Tulang Rawan Ikan Hiu Terhadap Kerusakan Oksidatif Sel Hepar Tikus Putih (Rattus Novegicus) Akibat Keracunan Aflatoksin B1) - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (1332Kb)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tulang rawan ikan hiu terhadap kerusakan oksidatif sel hepar akibat keracunan aflatoksin B1. Digunakan 15 ekor tikus putih (Rattus Novergicus) yang dibagi atas 3 kelompok yang berumur * 2 bulan dengan berat 150-200 gr. Kelompok K adalah kelompok kontrol yang mendapat diet basal dari 0.2 mg pelarut AFBI Qtropilen glikol : pg) Kelompok Pl, kelompok yang mendapat AFBr 15 mg,trari didalam larutan pg. Kelompok P2, kelompok yang mendapat AFBr 15 mg Arari dan tulang rawan ikan hiu 2.5 mg I Kg BB I ha.'i disamping diet basal. Setelah 12 minggu dilakukan pemeriksaan enzim SOD janngan hati menurut metode Wang (1989), enzim katalase jaringan hati menurut metode Sinha (1972) dan MDA jaringan hati menurut metode Placer (1978), serta pemeriksaan histologis jaringan hati. Untuk menguji apakah nilai- nilai diatas berbeda secara bermakna pada masing-masing kelompok diuji dengan memakai ANOVA. Dari hasi penelitian didapatkan bahwa kadar enzim SOD dan katalase jaringan hati pada kelompok Pl dan P2 lebih kecil dibandingkan kelompok K. Secara statistik, perbedaan ini bermakna (p<0.05). MDA jaringan hati pada kelompok Pl dan P2 lebih besar dibandingkan kelompok K. Secara statistik perbedaan ini bermakna (p<0.05). Kadar MDA jaringan hati pada kelompok P2 lebih rendah dari kelompok Pl (p<0.05). Kadar SOD dan katalase jaringan hati pada kelompok P2 juga lebih rendah dari kelompok Pl (p<0.05), tetapi secara statistik tidak bermakna. Akibat dari meningkatnya kadar MDA jaringan hati, maka te{adi kerusakan sel hati secara histologik. Jika dibandingkan kerusakan sel hati pada kelompok Pl dmt P2 ternyata,

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Unit atau Lembaga: Lembaga Penelitian Unand
Depositing User: dody ichwana
Date Deposited: 25 Oct 2010 02:21
Last Modified: 22 Sep 2011 08:04
URI: http://repository.unand.ac.id/id/eprint/4990

Actions (login required)

View Item View Item