Repository Universitas Andalas

PELAKSANAAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA OLEH SUAMI TERHADAP ISTRI (Studi kasus di Poltabes Padang)

Rakasiwi,, Yasintha (2008) PELAKSANAAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA OLEH SUAMI TERHADAP ISTRI (Studi kasus di Poltabes Padang). Other thesis, Fakultas Hukum .

[img]
Preview
PDF (PELAKSANAAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA OLEH SUAMI TERHADAP ISTRI (Studi kasus di Poltabes Padang)) - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (602Kb) | Preview

Abstract

Rumah tangga terdiri dari ayah, ibu dan anak. Keutuhan dan kerukunan rumah tangga dapat terganggu jika kualitas dan pengendalian diri tidak dapat dikontrol, yang pada akhirnya dapat terjadi kekerasan dalam rumah tangga sehingga timbul ketidakamanan atau ketidak adilan terhadap orang yang berada dalam lingkup rumah tangga tersebut. Situasi inilah yang lazim disebut dengan istilah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Polisi sebagai elemen penegak hukum yang mempunyai tugas pokok pemelihara keamanan dan ketertiban suatu masyarakat tertentu memiliki kewajiban memberikan perlindungan serta rasa keadilan kepada korban. Maka untuk membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi serta menemukan siapa tersangkanya polisi sebagai penyiclik melaksanakan penyidikan. Permasalahan dalam skripsi ini adalah l) Apakah yang menjadi penyebab tindak pidana KDRT, 2) Bagaimanakah pelaksanaan penyidikan tindak pidana KDRT oleh suami terhadap istri di Poltabes Padang, 3) Faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan penyidikan tindak pidana KDRT dan bagaimana penanggulangannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah sosiologis dengan menggunakan data primer dan data skunder. Penelitian dilakukan di Poltabes Padang. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: 1) Faktor penyebab Tindak Pidana KDRT itu terdiri dari faktor ekonomi, nikah muda, perselingkuhan, cemburu, dan kurangnya komunikasi. 2) Pelaksanaan penyidikan Tindak Pidana KDRT terlebih dahulu di mulai dari adanya pengaduan dari korban maupun dari kelurga korban sendiri. 3) kendala-kendala yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan penyidikan Tindak Pidana KDRT ini adalah a) korban tidak memberitahukan secara lengkap identitastry&, b) korban tidak datang untuk proses selanjutnya atau mencabut kembali pengaduannya, c) korban menutup diri atau enggan untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya, d) tidak adanya kerja sama dengan lembaga lain dalam menangani korban, e) tersangka tidak mengakui perbuatannya, f) kurangnya sara dan prasarana pendukung tugas kepolisian. Perhatian pemerintah terhadap pennasalahan KDRT melalui kebijakannya sudah cukup komprehensif dan pelaksanaannya baik pada jajaran pemerintah maupun pemerintah daerah, utamanya oleh aparat yang bertanggung jawab dibidangnya sudah mulai berjalan dengan baik.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Unit atau Lembaga: Fakultas Hukum > Hukum
Depositing User: KREATIF zulka hendri
Date Deposited: 01 Jun 2011 23:28
Last Modified: 04 Oct 2011 04:09
URI: http://repository.unand.ac.id/id/eprint/14218

Actions (login required)

View Item View Item